Vaksinasi Dapat Menyebabkan Autisme, Mitos atau Fakta?

Rabu, 16 September 2020 Share to
Vaksinasi Dapat Menyebabkan Autisme, Mitos atau Fakta?

Vaksinasi bertujuan untuk mencegah atau membuat tubuh bayi menjadi kebal terhadap suatu penyakit. Tetapi, ada desas-desus mengenai vaksinasi yang konon bisa menyebabkan autisme. Kabar ini sudah beredar sejak lama dan mungkin sampai saat ini sebagian orang, khususnya orang tua yang baru memiliki anak mempercayai hal tersebut. 

Lalu, benarkah hal ini atau sekedar mitos belaka?

Dilansir dari laman situs halodoc.com, menurut ahli dalam National Institutes of Health (NIH), studi skala besar yang melibatkan ribuan anak tidak menemukan hubungan antara vaksin apa pun dengan autisme. Para ahli di  NIH berani menyatakan bahwa anggapan vaksinasi bisa meningkatkan risiko autisme telah terbukti tidak benar. 

Hal ini juga sudah pernah ditegaskan oleh Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dalam “Hoax Imunisasi Masih Beredar” di laman Sehat Negeriku (tanggal 1 Mei 2019) milik Kementerian Kesehatan RI. Dalam pernyataannya, IDAI menegaskan bahwa anggapan imunisasi bisa menyebabkan autis adalah hoax. 

Jadi bisa disimpulkan bahwa anggapan vaksinasi bisa menyebabkan autisme adalah hoax belaka dan tidak perlu dipercaya. Jika Anda ingin bertanya lebih lanjut selengkapnya tentang vaksinasi, segera konsultasikan langsung dengan dokter.

Share to