Teknik Menggoreng Vacuum Frying Lebih Sehat, Mitos atau Fakta?

Kamis, 11 Juni 2020 Share to
Teknik Menggoreng Vacuum Frying Lebih Sehat, Mitos atau Fakta?

Biasanya, proses menggoreng dilakukan dengan memakai wajan yang berisi minyak panas. Tapi saat ini selain proses yang sudah biasa dilakukan itu, ada lagi satu teknik menggoreng yaitu vacuum frying. Nah, teknik ini konon  lebih sehat dari teknik menggoreng biasa. Benarkah demikian? Berikut penjelasannya.

Teknik Menggoreng Biasa

Teknik menggoreng yang biasa dilakukan akan menghasilkan kalori yang tinggi. Ketika penggorengan dilakukan, makanan akan melepaskan air di dalamnya lalu menyerap lemak yang berasal dari minyak, sehingga bisa dipastikan jumlah kalori di dalam makanan yang digoreng akan meningkat.

Padahal, terlalu banyak minyak yang diserap makanan ketika menggoreng kurang baik bagi kesehatan kita karena bisa meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit, seperti penyakit jantung, diabetes, dan obesitas. Hal ini akan lebih beresiko jika proses menggoreng dilakukan dengan minyak yang sebelumnya pernah dipakai (minyak jelantah).

Vacuum Frying

Tidak sama dengan teknik menggoreng biasa, teknik penggorengan hampa udara atau vakum (vacuum frying) adalah proses penggorengan yang dilakukan memakai tekanan rendah, hampir sama dengan kondisi hampa udara. Teknik ini dilakukan di dalam wadah tertutup dan memakai suhu yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan teknik menggoreng biasa.

Dengan suhu dan tekanan yang rendah, lemak yang terserap dari minyak ketika proses penggorengan menjadi jauh berkurang sehingga nutrisi yang terkandung dalam makanan tersebut juga akan terjaga. Teknik ini bisa dilakukan pada makanan apapun. Tetapi sampai saat ini, vacuum frying lebih sering dipakai oleh industri makanan untuk membuat keripik buah atau sayur.

Setelah menyimak penjelasan di atas, bisa disimpulkan, menggoreng dengan vacuum frying memang benar lebih sehat jika dibandingkan dengan teknik menggoreng biasa. Teknik menggoreng ini bisa menjaga kualitas gizi dalam makanan karena penyerapan minyak ke dalam makanan bisa diminimalisir.

 

Semoga informasinya bermanfaat!

Share to